MISA MINGGU PALMA
di PAROKI KRISTUS SANG PENABUR SUBANG
Perayaan Minggu Palma di paroki Kristus Sang Penabur Subang dipimpin
oleh Romo Iwan, perarakan dengan daun palma berlangsung meriah, dalam
kotbahnya Romo Iwan mengungkapkan seseorang dalam memulai melakukan
sesuatu seakan ada energi yg begitu luar biasa, penuh semangat bahkan
banyak menghabiskan waktu hidupnya. Tapi apa jadinya jika dalam
perjalanannya tidak seindah yang diharapkan, apa yg sudah ditempuh
dengan penuh ketekunan serta kesetiaan hasilnya sia sia bahkan tidak mendapat
pujian. Kadang kita lupa bahwa ada begitu banyak tantangan, luka dan
derita. Pada kondisi itu kita dihadapkan 2 pilihan, terus apa mundur,
jika terus maka kita harus bisa menyelesaikan dgn sempurna. Atau
mundur dan mencampakannya untuk memulai sesuatu yg lebih menarik. Pada
kesempatan ini kita kembali diajak untuk mencoba setia akan panggilan
dan perutusan masing masing. Tekun dan setia akan sesuatu yg kita mulai
dengan berkobar kobar, dengan tenang, adem ayem bahkan tanpa pujian
kita harus berani menatap penderitaan untuk bisa menyelesaikan dgn
sempurna. Dalam bacaan digambarkan rakyat begitu meriah dengan sorak
sorai menyambut kehadiran Yesus dikota Yerusalem, tapi Yesus masuk
Yerusalem untuk menyongsong salib, Yesus tetap dengan setia memeluk
penderitaan itu mengikuti jalannya dengan sempurna. Untuk itu kita
kembali dipanggil untuk memeriksa, menyadari untuk mengalami gerak batin
dalam diri kita. Apa gerak batin yang kita jalani sesuai dengan
kehendak Allah. Menyadari kekuatiran, ketakutan, kecemasan, dibalik rasa
kekuatiran, dibalik kecemasan, dibalik ketakutan ada kekuatan yang
mendorong kita untuk terus, terus dan terus memeluknya, itulah cinta
Tuhan. ambilah kemerdekaan, ambilah kebebasan berilah aku cinta.


